(Kuta beach, Maret 2010)Apabila perasaan estetik, didasarkan pada ilmu estetik yang indah, mencapai standar tertentu, itulah yang disebut mistisisme. Dan ketika mistisisme ini mencapai puncak kemuliaan manusia, atau puncak dari dari keagungan manusia, hal itu disebut sebagai spiritualitas. Apakah mistisisme itu? Mistisisme tidak pernah berakhir dalam berusaha untuk menemukan mata rantai antara yang terbatas dan yang tak-terbatas. Ia tidak pernah berakhir dalam berusaha menemukan mata rantai antara pribadi dan pribadi super, khud dan khudha'. Ini adalah mistisisme.
Tatkala seseorang memulai geraknya menuju Entitas Tertinggi (Supreme Being), dalam mencari Kebahagiaan Tertinggi (Supreme Bliss), pertama sekali ia melakukan hubungan dengan spiritualitas. Sebagaimana halnya spiritualitas melakukan hubungan dengan ketidak-terbatasan, dengan kata lain keterbatasan melakukan hubungan dengan ketidak-terbatasan, maka hal semacam ini disebut "Yoga". Yoga berarti kesatuan bergerak dalam mencari ketidak-terbatasan, keterbatasan gerak menuju ketidak-terbatasan, dalam cara mistik.
Jadi titik tolaknya adalah perasaan estetik atau ilmu estetik. Titik kulminasi, tegasnya, dari titik kulminasi, bermula gerakan menuju Pesona Yang Maha Agung. Dalam gerakan itu dengan tujuan Pesona Yang Maha Agung, manusia akan menyatu dengan Entitas Tertinggi, yang berkedudukan diatas segala yang ada. Yoga, merupakan penyatuan unit dengan yang Tertinggi, keterbatasan dan ketidak-terbatasan.
(Psikologi Yoga ---- P. R. Sarkar)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Tatkala seseorang memulai geraknya menuju Entitas Tertinggi (Supreme Being), dalam mencari Kebahagiaan Tertinggi (Supreme Bliss), pertama sekali ia melakukan hubungan dengan spiritualitas. Sebagaimana halnya spiritualitas melakukan hubungan dengan ketidak-terbatasan, dengan kata lain keterbatasan melakukan hubungan dengan ketidak-terbatasan, maka hal semacam ini disebut "Yoga". Yoga berarti kesatuan bergerak dalam mencari ketidak-terbatasan, keterbatasan gerak menuju ketidak-terbatasan, dalam cara mistik.
Jadi titik tolaknya adalah perasaan estetik atau ilmu estetik. Titik kulminasi, tegasnya, dari titik kulminasi, bermula gerakan menuju Pesona Yang Maha Agung. Dalam gerakan itu dengan tujuan Pesona Yang Maha Agung, manusia akan menyatu dengan Entitas Tertinggi, yang berkedudukan diatas segala yang ada. Yoga, merupakan penyatuan unit dengan yang Tertinggi, keterbatasan dan ketidak-terbatasan.
(Psikologi Yoga ---- P. R. Sarkar)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!



